Gejala dan Penyebab Hipotermia juga Cara Pencegahannya

Berikut ini pembahasan tentang Hipotermia yang meliputi pengertian hipotermia, gejala dan penyebab hipotermia juga cara pencegahannya.

Selamat datang kembali di situs resmi Alfian Herbal yang merupakan distributor resmi Green World, pusat penjualan obat herbal online terbesar yang menyediakan berbagai macam suplemen dan vitamin yang 100% terbuat dari bahan alami tanpa tersentuh bahan-bahan kimia.

Pada kesempatan kali ini kami akan memposting sebuah artikel mengenai penyakit yang biasa menyerang para pendaki yaitu Hipotermia. Ketahui juga gejala dan penyebab hipotermia juga penanganannya.

Gejala dan Penyebab Hipotermia juga Cara Mengobatinya

hipotermia-701x467

Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 °C. Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.

Gejala Hipotermia

imagesGejala hipotermia sangat beragam dan terkadang sulit dikenali. Gejala yang muncul tergantung kepada seberapa rendah suhu tubuh pengidapnya.

Bayi yang mengalami hipotermia bisa terlihat sehat, tapi kulitnya akan terasa dingin dan terlihat kemerahan. Bayi juga cenderung sangat diam, terlihat lemas, dan tidak mau makan.

Gejala-gejala hipotermia umumnya berkembang secara perlahan-lahan sehingga sering tidak disadari oleh pengidapnya. Orang yang mengalami hipotermia ringan akan menunjukkan gejala menggigil yang disertai rasa lelah, pusing, lapar, mual, kulit yang dingin atau pucat, dan napas yang cepat.

Jika suhu tubuh terus menurun hingga di bawah 32°C, tubuh pengidap hipotermia biasanya tidak mampu untuk menggigil lagi. Ini mengindikasikan tingkat keparahan hipotermia sudah memasuki tahap menengah hingga parah.

Pengidap serangan hipotermia tingkat menengah akan mengalami gejala-gejala yang meliputi:

  • Mengantuk atau lemas.
  • Bicara tidak jelas atau bergumam.
  • Linglung dan bingung.
  • Kehilangan akal sehat, misalnya membuka pakaian walaupun sedang kedinginan.
  • Kesulitan bergerak dan koordinasi tubuh yang menurun.
  • Napas yang pelan dan pendek.

Jika tidak segera ditangani, suhu tubuh akan makin menurun dan menyebabkan gejala-gejala berikut ini:

  • Kesadaran yang terus menurun hingga pingsan.
  • Pupil mata yang melebar.
  • Napas yang pendek atau sama sekali tidak bernapas.
  • Denyut nadi yang lemah, tidak teratur, atau bahkan sama sekali tidak ada denyut nadi.

Jika anak atau ada anggota keluarga Anda yang mengalami gejala-gejala di atas, bawalah secepatnya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Penyebab Hipotermia

hipotermia-alodokterPenyebab utama hipotermia adalah pajanan udara dingin. Misalnya karena tidak mengenakan pakaian yang tepat saat mendaki gunung, berada terlalu lama di tempat dingin, jatuh ke kolam berisi air yang dingin, mengenakan pakaian yang basah, atau suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah (khususnya bagi manula dan bayi).

Hipotermia dapat terjadi pada siapa saja, tapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

  • Usia – bayi dan manula. Kemampuan untuk mengendalikan temperatur tubuh yang belum berkembang dengan sempurna pada bayi dan yang menurun pada manula. Anak-anak juga terkadang mengabaikan udara dingin karena terlalu asyik bermain.
  • Minuman keras dan obat-obatan terlarang. Zat alkohol di dalam minuman melebarkan pembuluh darah dan membuat banyak darah berada di permukaan kulit. Kondisi ini mempercepat dan meningkatkan pelepasan panas tubuh. Sedangkan obat-obatan terlarang dapat membuat seseorang tidak menyadari situasi dan cuaca dingin di sekitarnya.
  • Penyakit yang memengaruhi memori, misalnya penyakit Alzheimer. Pengidap penyakit ini biasanya tidak sadar bahwa mereka sedang kedinginan atau tidak paham apa yang harus dilakukan.
  • Pengaruh penyakit tertentu. Ada beberapa penyakit yang dapat memengaruhi mekanisme pengendali suhu tubuh, misalnya anoreksia nervosa, stroke, dan hipotiroidisme.
  • Obat-obatan tertentu, misalnya antidepresan, sedatif, serta analgesik opiat. Obat-obatan ini dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengendalikan temperatur.
  • Orang yang menghabiskan waktu lama di tempat yang dingin, misalnya pendaki gunung.

Pencegahan Hipotermia

Hipotermia bisa dicegah. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghindari hipotermia, yaitu:

  • Menjaga agar tubuh tetap kering. Air lebih cepat menyalurkan panas ke udara dibandingkan jika tubuh kita kering. Segera ganti jika pakaian Anda yang basah karena akan menyerap panas tubuh Anda.
  • Kenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca dan kegiatan, terutama bagi Anda yang gemar mendaki gunung atau berkemah di tempat yang dingin. Gunakanlah pakaian dari bahan yang dapat menjaga kehangatan tubuh sekaligus menyerap keringat, misalnya wol. Hindari pakaian berbahan katun. Gunakan jaket yang tahan angin dan air.
  • Jangan lupa untuk menggunakan topi, syal, sarung tangan, kaus kaki, serta sepatu bot. Usahakan agar kaus kaki serta sepatu Anda tidak sesak agar aliran darah berjalan lancar.
  • Pilihlah pakaian dengan ukuran yang sesuai. Pakaian yang pas akan menciptakan ruang sirkulasi udara hangat di antara kulit dan pakaian. Sedangkan pakaian yang ketat tidak dapat menghangatkan Anda.
  • Lakukan gerakan sederhana untuk menghangatkan tubuh, tapi jangan sampai berkeringat berlebihan. Jika terkena angin, baju yang basah karena keringat dapat menurunkan panas tubuh.
  • Sediakan minuman dan makanan hangat, tetapi hindari minuman yang mengandung alkohol atau kafein.

Bayi dan anak-anak lebih rentan terkena serangan hipotermia dibandingkan orang dewasa. Karena itu, Anda perlu melakukan langkah-langkah pencegahan agar mereka terhindar dari hipotermia. Di antaranya adalah:

  • Berikan pakaian atau jaket tambahan agar lapisan perlindungan mereka lebih tebal.
  • Jangan biarkan bayi Anda tidur di dalam ruangan yang suhunya terlalu dingin.
  • Jangan biarkan anak Anda bermain di luar saat hujan atau cuaca dingin.

Menghindari dan membentengi diri dari udara dingin akan membantu kita untuk mencegah serangan hipotermia yang berpotensi fatal. Demikian pembahasan mengenai Hipotermia yang meliputi gejala dan penyebab hipotermia juga cara pencegahannya. Semoga Bermanfaat.

Baca Juga : Cara ampuh memancungkan hidung tanpa operasi

Terus kunjungi situs https://tehherbaluntukmemperbaikikinerjaototusus.wordpress.com untuk update informasi seputar kesehatan lainnya.

GEJALA DAN PENYEBAB HIPOTERMIA JUGA CARA PENCEGAHNNYA

Advertisements

One thought on “Gejala dan Penyebab Hipotermia juga Cara Pencegahannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s